Jumat, 13 Februari 2015

Walikotas surabaya meralarang valentinan


VIVA.co.id - Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) larangan merayakan Hari Kasih Sayang atau "Valentine's Day" bagi seluruh pelajar, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, M Ikhsan, mengatakan sekolah memang punya keterbatasan waktu untuk memantau anak didik.

"Maka dari itu surat edaran ini dibuat sebagai kontrol moral agar para pelajar tidak menggelar acara yang melampaui batas," kata M Ikhsan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Surabaya, Jumat 13 Februari 2015.

Surat Edaran bernomor 421/1121/436.4/2015 itu berisi Pelarangan Perayaan Valentine's Day di Sekolah-sekolah. Menurut Ikhsan, surat edaran ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat Kota Surabaya agar tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan norma sosial dan budaya Indonesia.

"Kami juga mengirim surat edaran kepada seluruh orang tua atau wali murid agar selalu mengawasi putra-putrinya," kata Ikhsan.

Kendati demikian, Pemkot Surabaya berharap peran serta orangtua untuk memantau kegiatan siswa di luar sekolah agar dimaksimalkan. Sebab, sekolah mempunyai keterbatasan waktu dalam memantau anak didiknya.

Selama ini, pihaknya mengaku telah melakukan beberapa program untuk mengantisipasi permasalahan siswa. Di antaranya, program konselor sebaya. Di mana dalam kegiatan bisa menjadi fasilitas bagi siswa yang ingin curhat terkait permasalahan yang dihadapi terkait dengan kegiatan Valentine's Day atau Hari Kasih Sayang.

Risma melarang anak sekolah merayakan valentin merayakan valentinan

"Kita berharap dengan adanya edaran ini bisa meminimalisir pesta berlebihan dalam peringatan Hari Valentine," katanya.

Sementara itu, dua anggota Komisi D DPRD Surabaya Ibnu Sobir dan Laila Mufidah memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Surabaya yang sudah mengeluarkan surat edaran tersebut.
Menurutnya, surat edaran tersebut sangat bermanfaat untuk generasi muda mendatang, khususnya menanggulangi hal-hal negatif yang tidak diinginkan.

"Generasi muda harus diselamatkan dari budaya hedonis yang menyesatkan," kata Ibnu Sobir.