Selasa, 31 Maret 2015

Jual Alat Musik Rebana Harga Rebana Murah Meriah Untuk Pemesan Pertama


Rebana berasal dari kayu dan kulis binatang yang sudah disamak. Kayu atau bahan yang digunakan bermacam-macam. Ada yang rebananya terbuat dari kayu mahoni, kayu jati, kayu randu, kayu pelem atau mangga, dan juga kayu kepala. Semua itu tergantung pembuatnya.

Tentunya rebana yang terbuat dari masing-masing kayu di atas memiliki kualitas berbeda pula. Sedangkan kulitnya kadang terbuat dari kulit kambing, sapi, kerbau, dll. Yang penting kaulitas kulit tetap kuat dan tidak mudah rusak jika ditabuh.


Pengrajin alat musik rebana sebenarnya sudah mafhum tentang perkembangan alat-alat rebana. Jika dulu orang men Jual Alat Musik rebana dengan hanya 3 jenis, yaitu terbang, bas, dan icik-icik, sekarang seiring dengan perkembangan musiknya, bertambah lagi lebih banyak. seperti dumbuk, tamtam, dan sebagainya.
Alat musik rebana pada dasarnya sama dengan alat musik qasidah. Qasidah sendiri juga berisi pujian atau sholawatan, begitu juga dengan rebana. Cuma perbendaan hanya terletak pada sebutan atau namanya belaka. Sedangkan harga Jual Alat Qasidah juga sama dengan Harga Rebana. Jadi tidak perlu dibanding-bandingkan lagi.


Pendaingan harga alat rebana di online cukup mencolok. Tidak begitu besar, namun kelihatan. Hal ini tergantung kualitasnya. Seseorang yang membeli alat musik rebana dengan harga murah, bisa jadi kualitasnya tidak bagus. Sebaliknya jika harganya mahal, bisa lebih berkualitas dari pada yang murah.
Jual Rebana Murah bisa jadi itu adalah barang lawas, bukan barang baru. Apabila anda ingin harga barang baru, maka bisa pesan di toko kami.

Denny Indrayan Jadi Tersangka, Apakah Kriminialisasi?


Niat baik berujung pidana. Setidaknya inilah yang bisa menggambarkan kondisi mantan wakil Kementerian hukum dan HAM Denny Indrayana. Pada Jumat 27 Maret lalu Denny ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Status hukum ini diumumkan Polri Selasa malam, 24 Maret 2015.
Denny menjadi tersangka terkait kasus Payment Gateway, yakni layanan jasa elektronik penerbitan paspor. Program itu diluncurkan pada Juli 2014 saat Denny menjabat wakil menteri hukum dan HAM. Menurut Denny, program itu bertujuan menghilangkan pungli dan membantu mempermudah proses pembuatan paspor.
Tapi apa daya, Kementerian Keuangan menyebut program itu tidak mengantongi izin. Program itu juga dinilai telah merugikan negara. Denny pun dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Andi Syamsul Bahri, Selasa 10 Januari 2015. Laporan itu tertuang dalam surat bernomor LP/166/2015/Bareskrim.
"Terhadap Profesor DI (Denny Indrayana) telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam implementasi pelaksanaan Payment Gateway di Kemenkumham tahun anggaran 2014," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto Selasa malam, 24 Maret 2015.
Menurut Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso, ada kerugian negara dalam proyek yang digulirkan Denny itu. "Positif ada kerugian negara dari hasil audit BPK," tegas Budi. Kesimpulan itu dibuat, kata Rikwanto, setelah penyidik mendengarkan keterangan dari 20 saksi.
Banyak pihak menganggap penetapan status tersangka ini terbilang cepat. Apalagi Denny dikenal sebagai penggiat anti korupsi. Namun Denny tak mau menanggapinya. Menurut dia, penetapan tersangka ini bagian dari perjuangan Indonesia yang lebih baik.
Dia juga membantah tudingan yang menyebut proyek Payment Gateway telah merugikan negara. Menurut Denny, tidak ada kerugian negara dalam proyek tersebut. Sebab, berdasarkan hasil audit BPK yang dikeluarkan pada 31 Desember 2014, nilai pengeluaran dan pemasukan sama dengan total Rp 32,4 miliar.
"Sudah ada laporan BPK Desember lalu yang mengatakan negara menerima uang Rp 32,4 miliar. Itu bukan kerugian negara," ucap Denny pada Kamis 12 Maret 2015.
Alasan ini membuat Denny tak gentar menghadapi status hukumnya itu. Pendiri Indonesian Court Monitoring dan Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan, siap memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa.
"Insya Allah siap karena kami dan seluruh keluarga sudah menyadari ada konsekuensinya melakukan perjuangan Indonesia menjadi lebih bersih. Menjadi Indonesia anti korupsi," ujar Denny di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rabu 25 Maret 2015.
"Saya jalani saja, yang penting yang kami lakukan di Kemenkumham adalah perbaikan pelayanan publik. Saya meyakini khalayak publik bisa menilai ini."
Penetapan status Denny sebagai tersangka sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebab, Rikwanto sebelumnya pernah mengatakan, penyidik sudah menemukan titik terang dan unsur pidana kasus tersebut sangat kuat sehingga bukan tidak mungkin Denny bisa menjadi tersangka.
Bahkan Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Anton Charliyan pada Kamis 19 Maret lalu memastikan, mantan staf khusus presiden di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu menjadi salah satu calon tersangka.

Terancam 20 Tahun Penjara
Kendati mengaku siap menghadapi masalah ini, namun Denny yang pernah menjadi guru besar hukum tata negara UGM itu merasa telah dikriminalisasi. Hal ini diungkapkan pengacaranya.
"Kalau kami menilai kriminalisasi dan ada rekayasa di mana kasus (yang menjerat Denny) adalah sebuah proses inovasi (Kementerian) tapi dibawa ke ranah pidana. Katanya tidak sesuai dengan Kemenkeu. Belum ada sikronisasi program elektronik. Hal ini belum berjalan karena belum adanya terkoneksi saja," jelas Heru. 
Pria kelahiran Kotabaru, Kalimantan Selatan, 11 Desember 1972 itu dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 dan Pasal 23 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 199 jo pasal 421 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Pasal itu mengatur mengenai setiap orang yang melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara, maupun setiap orang yang penyalahgunaan kewenangan diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.
Terkait statusnya sebagai tersangka, Denny diwajibkan menemui Komisaris Besar (Kombes) Pol Djoko Poerwanto yang menjabat sebagai Kasubdit II di Bareskrim Polri, Jumat besok.
"Pak Denny malam ini terima surat panggilan sebagai tersangka untuk diperiksa hari Jumat. Tapi kami belum tahu. Kita baru terima surat jadi mau konsultasikan dengan pengacara dulu," ujar pengacara Denny yang lain, Defrizal.
Untuk mengahadapi kasus ini, Denny mengungkapkan akan didampingi puluhan pengacara. "Biasa standar koordinasi. Kemarin sekitar 40-an. Ada dari kuasa hukum Pak Bibit LBH, ada teman teman hukum UGM. Yang penting juga ada dari PKBH UGM," ucap Denny.
Menanggapi kasus Denny, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsy berharap Polri bertindak profesional. Ia juga mengimbau Denny menghormati proses hukum yang menjeratnya.
"Semua pihak harus menghormati proses hukum yang ada. Dari sisi kepolisian haruslah bertindak secara profesional," kata Aboe Bakar saat dihubungi di Jakarta, Rabu 25 Maret 2015. Dia menambahkan, bila Denny merasa tak bersalah atas kasus yang menjeratnya, maka dia harus membuktikannya dalam proses pengadilan.
"Tentunya hal itu hanya dapat dilakukan melalui pengadilan. Oleh karenanya, proses peradilan yang fair dengan memberlakukan orang secara equality before the law akan menjadi tolok ukur," ujar dia.
Selain itu, tambah Aboe Bakar, baik Denny dan Kepolisian sama-sama dituntut profesional dalam mengusut kasus tersebut. Pada akhirnya, yang bersalah akan dihukum dan sebaliknya yang tidak bersalah harus dibebaskan dari segala tuduhan. "Oleh karenanya, mari diikuti saja proses hukum yang sedang berjalan," tandas Aboe Bakar Alhabsyi.

Senin, 30 Maret 2015

One Direction Konser di GBK

Menjelang konser musik boy band asal Inggris, One Direction di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), arus lalu lintas menuju Senayan sempat mengalami kemacetan parah.

Namun seperti informasi yang dihimpun melalui Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (25/3/2015), kini kemacetan mulai terurai dan berangsur normal. 

Para penggemar boy bang yang digawangi Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles dan Louis Tomlinson itu, kini sebagian besar sudah memasuki stadion. Sebab konser ini rencananya akan dimulai pukul 20.30 WIB.

Pantauan Liputan6.com pada pukul 20.15 WIB di Senayan, lalu lintas Jalan Asia Afrika menuju ke Stadion GBK kini terlihat lancar. Begitu juga sebaliknya.  

Akibat konser band banyak digandrungi kaum remaja ini, lahan parkir kendaraan di Stadion GBK pun penuh sesak. 

"Lahan parkir di kawasan Senayan sudah melebihi kapasitas. Masyarakat yang akan nonton pertunjukn musik disarankan mencari parkir di gedung sekitar Semanggi," cuit TMC Polda Metro Jaya melalui akun Twitter-nya @TMCPoldaMetroJaya

Minggu, 29 Maret 2015

Nitizen Hadiahi One Direction Batu Akik

Ada-ada saja ekspresi cinta para penggemar boyband asal Inggris One Direction yang tengah menggelar konsernya di Jakarta. Khususnya para Directioners yang tergila-gila dengan Zayn Malik. 

Sekantung kerupuk pelangi, mi instan, peci, Al Quran, sajadah, hingga batu akik yang kini tengah tren di Tanah Air disiapkan para penggemarnya untuk pria ganteng keturunan Pakistan itu.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (25/3/2015), saking banyaknya hadiah untuk Zayn, gift drop box atau tempat penampungan kado sudah 2 kali dikosongkan.

"Ini sudah dua kali kita kosongkan, sekarang penuh lagi. Lucu-lucu hadiahnya. Ada yang memberi kerupuk yang buat nasi uduk, batu akik, alat salat," ujar panitia acara, Bella (21) di stand 'Gift Drop Box' Gate C Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Dalam sebuah peci yang diperuntukkan untuk Zayn, salah satu fans menyelipkan sepucuk surat cinta. Uniknya surat itu bertuliskan 'Be My Imaam? Don't Forget To Pray. I love You'. Zayn memang seorang muslim.

Meski kawasan Senayan diguyur hujan dari siang hingga malam hari, para penggemar 1D yang rata-rata remaja putri tak gentar menembus hujan menuju lokasi konser. 

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, 1.709 personel kepolisian diturunkan untuk mengamankan konser One Direction yang akan dipadati 50 ribu Directioners.

Sabtu, 28 Maret 2015

One Direction Konser Hujan Hujanan


Hujan mengiringi perjuangan para Directioners yang tengah menanti konser boy band asal Inggris, One Direction di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Namun, hujan hari ini adalah rezeki bagi Rio dan rekan-rekannya yang menjual jas hujan.

Di antara para penonton di pintu masuk C GBK, Rio tampak menjajakan menjajakan jas hujan. Pemuda 21 tahun asal Ciledug ini mengaku pada awalnya tak berniat menjual pakaian anti-air tersebut.

Rio memang pada hari-hari biasa hanya berdagang minuman di kawasan dalam GBK. Dan usahanya tak sia-sia. 

Pada Rabu ini Rio meraup pendapatan lumayan. Hingga pukul 18.30 WIB, dia berhasil menjual 25 jas hujan yang satuannya dihargai Rp 30 ribu. Biasanya, jas hujan seperti itu dijual Rp 15 ribu.

"Sebenarnya jas hujan sudah dipersiapkan dari pagi, waktu lihat langit gelap, biasa kalau ada konser, kita (pedagang kaki lima di GBK) langsung stok jas ujan. Pasti ramai soalnya," kata Rio di depan Gate C, pintu masuk untuk para penonton One Direction kelas VIP dan tribun, GBK Senayan Jakarta, Rabu (25/3/2015).


Kehadiran Rio pun tak dipungkiri membantu para penggemar One Direction selamat dari rintikan hujan. Seperti yang dirasakan Aulia, gadis 14 tahun asal Kalideres.

"Nggak apa-apa sih beli jas hujan Rp 30 ribu daripada kehujanan. Kan jalannya jauh, kita kehujanan tadi," ujar remaja tersebut.
One Direction merupakan boyband bentukan Simon Cowell. Grup yang digawangi Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles, Niall Horan, dan Louis Tomlinson ini lahir di London, Inggris, 2010 lalu.
Sebelum ke Indonesia, One Direction terlebih dulu menggelar konser di Manila, Filipina, pada 21 Maret lalu. Kini boyband ini siap menghibur pada Directioners -- sebutan penggemar One Direction -- di Indonesia. 

Jumat, 27 Maret 2015

Warga malang ikut isis


Tim Satgas Antiteror Polri menangkap terduga ISIS Helmi Aalamudi (HA) di kawasan Jalan Soputan, Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.
Penangkapan warga berusia 51 itu berselang 1 jam setelah dibekuknya Abdul Hakim Munabari oleh Satgas Antiteror di Kecamatan Klojen, Malang.
Penangkapan warga yang diduga menjadi penyandang dana untuk bergabung ke ISIS itu dibenarkan Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto. "Ya benar," kata Rikwanto melalui pesan tertulis kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Rikwanto menuturkan, Helmi adalah merupakan jaringan Abu Jandal. Abu Jandal merupakan orang yang pernah menentang TNI dalam tayangan Youtube. "Iya. Ikut kelompok ISIS yang kirim oleh Salim Mubaroq Atamimi alias Abu Jandal," kata dia.
Helmi Aalamudin ditangkap pukul 11.00 WIB di kediaman mertuanya M Abu Bakar. Dia menikahi Conita Abu Bakar, putri dari M Abu Bakar. Helmi tinggal di rumah tersebut sejak 5 tahun silam.
"Tadi sekitar pukul 11.00 saat keluar rumah menggunakan motor, Helmi Aalamudin ditangkap oleh petugas yang sudah mengintainya sejak beberapa hari lalu," kata Yurianto, petugas keamanan di Jalan Soputan RT 03 RW 01 Kelurahan Karang Besuki Kota Malang, Rabu (25/3/2015).
 
Yurianto mengatakan, keluarga Helmi selama ini dikenal sangat tertutup. Tidak banyak warga setempat yang mengetahui aktivitas sehari–hari pemilik rumah itu. Helmi ditangkap tanpa perlawanan dan dimasukkan ke dalam sebuah mobil milik petugas.
 
Ketua RT 3 RW 11 Kelurahan Karangbesuki, Andreas Andi Pamungkas mengaku beberapa kali didatangi petugas polisi yang bertanya tentang Helmi. 

"Petugas bertanya seputas aktivitas Helmi yang memang tidak masuk dalam kartu keluarga Abu Bakar," ujar Andreas.
 
Libatkan Ulama
Menurut Andreas, beberapa petugas yang datang menemuinya bertanya seputas dugaan keterlibataan HA ke dalam kelompok ISIS. Namun Andreas mengaku tidak tahu persis aktivitas HA sehari-harinya.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf membenarkan adanya penangkapan jaringan diduga ISIS oleh Densus 88 Antiteror dari Mabes Polri yang lokasinya di Malang, Jawa Timur.
Untuk mengantisipasi adanya jaringan ISIS di wilayah hukum Jawa Timur, pihaknya telah melakukan upaya-upaya pengembangan dengan melibatkan komponen lain. 

"Kami melibatkan para ulama dan stakeholder di Jatim terkait indikasi keterlibatan warga Jawa Timur dengan  jaringan ISIS," kata dia.

Pihaknya juga memetakan wilayah-wilayah di Jawa Timur yang warganya rawan terlibat jaringan ISIS. "Tidak hanya Malang, semua wilayah di Jatim juga sudah kami petakan, dan untuk perkembangannya nanti akan kita infokan kembali," pungkas Anas Yusuf. 

Kamis, 26 Maret 2015

Ahok Curiga Anak Buahnya Main Anggaran

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok optimis, dengan pagu anggaran Rp 72 triliun pada tahun ini tetap bisa mencukupi kebutuhan. Dia bahkan percaya uang itu masih tersisa, karena satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sudah tidak bisa lagi bermain-main anggaran.

Ahok mengungkapkan, masih ada oknum SKPD yang ingin mencuri uang dari APBD. Misalnya, dalam proyek renovasi atau rehab gedung. Para SKPD bekerja sama dengan konsultan dan swasta untuk memainkan waktu pengerjaan.

"Gimana cara nyolongnya, jumlah hari kerja orang swasta seminggu dia bikinnya 3 bulan, swasta kerja 10 orang dia laporin 60 orang. Itu nyolongnya begitu. Terus alat yang dipakai batu swasta, 5 kubik dia 7 kubik. Nyolong, saya tahu kok," ungkap Ahok di Balaikota, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Hal serupa juga pernah terjadi saat pengadaan separator busway. Menurut Ahok, saat diminta untuk membeli separator, SKPD masih berpikir ada untungnya atau tidak. Karena tidak ada celah untuk mendapat keuntungan lebih, SKPD tidak mau menjalankan dan dibuat seakan DPRD yang mencoret.

"Nah itu yang terjadi. Begitu keluar ke sana, ke Mendagri beda. Maka tahun 2015 begitu saya pake e-budgeting kan bisa sembarang ngisi lagi. Langsung beturan tuh 2, langsung dua versi, itu yang diangketin," beber Ahok.

Ahok meyakini, permainan semacam itu yang membuat proyek di Jakarta begitu mahal. Karena itu, dengan adanya e-budgeting menjadi kesempatan besar untuk menyisir habis oknum SKPD yang coba bermain.

"Nah skarang DPRD selesai, ada lagi cerita dua versi. Sekarang tinggal 1 yang pemda. Sekarang tinggal saya beresin oknum SKPD yang main siapa, saya mau ke Mendagri begitu tahu siapa yang main kita stafin saja sudah," tandas Ahok.